Petani Nusantara

petani nusantara kabupaten pangandaran

ANGGARAN DASAR (AD)

PETANI NUSANTARA

   

BAB I

NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

organisasi ini bernama petani nusantara dan berkedudukan di kabupaten pangandaran.

Pasal 2

Tanggal berdiri 

petani nusantara kabupaten pangandaran berdiri pada tanggal 18 September 2017 

 

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 3

Maksud dan tujuan organisasi ini adalah :

  1. Berusaha meningkatkan sumber daya manusia sebagai pelaku utama pembangunan pertanian yaitu : petani sawah, petani ikan, peternak  dan pekebun yang bekerja sama dengan penyuluh pertanian setempat.
  2. Membina rasa persaudaraan dikalangan para petani serta mengabdi bagi kepentingan Agama, Nusa dan Bangsa.
  3. Meningkatkan kesejateraan anggota.

 

BAB III

SIFAT

Pasal 4

petani nusantara kabupaten pangandaran ini tidak bersifat untuk untuk mencari keuntungan pribadi tetapi untuk kepentingan bersama.

Pasal 5

petani nusantara kabupaten pangandaran ini tidak bersifat politik dan tidak bernaung di partai politik maupun aliran-aliran lainnya

BAB IV

USAHA-USAHA

Pasal 6

Untuk mencapai maksud dan tujuan sebagaimana tersebut dalam pasal 3 BAB II diatas, petani nusantara kabupaten pangandaran berusaha :

  1. Menggali ilmu tentang bercocok tanam yang baik melalui kegiatan penyuluhan kelompok bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian setempat
  2. Berusaha menyediakan dan menyalurkan saprodi pertanian ke anggota.
  3. Melakukan kegiatan ekonomi lainnya yang tidak bertentangan dengan agama islam dan Undang Undang serta peraturan peraturan Negara Republik Indonesia.

 

BAB V

KEKAYAAN

Pasal 7

Kekayaan petani nusantara kabupaten pangandaran ini terdiri dari :

  1. Kekayaan pokok yang di kumpulkan oleh pengurus petani nusantara kabupaten pangandaran
  2. Jumlah-jumlah yang kemudian di tambah pada kekayaan pokok tersebut terutama dari pendapatan usaha – usaha organisasi.
  3. Aset-aset yang diterima dari bantuan dari pihak lain, baik dari pemerintah maupun badan-badan lainnya.

Pasal 8

Pendapatan-pendapatan petani nusantara kabupaten pangandaran terdiri dari :

  1. Bantuan/sumber apapun yang sifatnya tidak mengikat 
  2. Bantuan dan faslitas dari pemerintah dan atau badan-badan lain.
  3. Penghasilan-penghasilan dari usaha yang sah.

 

Ditetapkan di: Cibadak

Pada tanggal  : 18 September 2017

 

petani nusantara kabupaten pangandaran

Sekretaris

Ketua

 

 

…………….

………………………

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

petani nusantara kabupaten pangandaran

BAB I

PRINSIP ORGANISASI

Pasal 1

Sebagai suatu organisasi Tani yang bergerak dibidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan dibentuk atas kesadaran, keinginan dan I’tikad dari para petani, peternak dan pekebun yang bertempat di kabupaten pangandaran. Selaku organisasi Tani selalu berusaha meningkatkan mutu dan hasil petanian dengan teknologi-teknologi yang diberikan dan dibina oleh pemerintah. Secara aktif berpartisipasi turut membantu usaha pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan perkebunan. Sebagai kelompok tani mempunyai Badan Pengurus yang mengerti dan bertangung jawab serta senantiasa dapat bekerja sama dengan pemerintah guna memelihara persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara.

BAB II

KEANGGOTAAN

Pasal 2

Anggota petani nusantara kabupaten pangandaran merupakan petani yang sedang melakukan kegiatan usaha tani diwilayah kabupaten pangandaran, yang bersedia bergabung secara sukarela tanpa adanya unsur paksaan serta mematuhi AD/ART kelompok tani.

Pasal 3

Anggota petani nusantara kabupaten pangandaran harus memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya sebagai berikut :

  1. Warga Negara Indonesia yang mampu melakukan perbuatan hukum.
  2. Memiliki kesamaan kepentingan sebagai seorang petani.
  3. Memiliki lahan pertanian yang sedang diusahakan diwilayah kabupaten pangandaran.
  4. Sanggup melaksanakan dan mentaati ketentuan yang telah ditetapkan oleh petani nusantara kabupaten pangandaran.
  5. Sanggup membayar lunas simpanan Pokok dan simpanan wajib  serta iuran kas yang besarnya ditetapkan dalam musyawarah.

 

Pasal 4

Keanggotaan petani nusantara kabupaten pangandaran harus tercatat dalam daftar buku keanggotaan

 

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

 

Pasal 5

Anggota petani nusantara kabupaten pangandaran mempunyai kewajiban :

  1. Mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tangga (AD/ART)
  2. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha petani nusantara kabupaten pangandaran.
  3. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan dalam pelaksanaan dan usaha organisasi berdasarkan azas kekeluargaan.
  4. Membayar simpanan pokok sebesar Rp 50.000.-,/orang dan simpanan wajib Rp.10.000.-/ orang/(40 hari sekali)

 Pasal 6

Anggota petani nusantara kabupaten pangandaran mempuyai hak :

  1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam rapat anggota
  2. Memilih dan atau dipilih menjadi pengurus petani nusantara kabupaten pangandaran.
  3. Meminta rapat anggota bila diperlukan
  4. Mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus di luar rapat, baik diminta maupun tidak
  5. Mendapat pelayanan yang sama dengan anggota lain
  6. Mendapat keterangan mengenai perkembangan petani nusantara kabupaten pangandaran menurut ketentuan yang berlaku
  7. Melakukan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha petani nusantara kabupaten pangandaran menurut ketentuan yang berlaku

Pasal 7

Berakhirnya keanggotaan petani nusantara kabupaten pangandaran :

  1. Meninggal dunia.
  2. Mundur atas permintaan sendiri.
  3. Tidak melakukan kegiatan usaha tani.
  4. Diberhentikan oleh pengurus, karena :
  5. Melanggar ketentuan atau menyimpang dari ketentuan yang telah disepakati dalam rapat anggota.
  6. Tidak memenuhi kewajiban sebagai anggota, seperti :

–   Tidak membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan iuran kas.

–   Tidak menghadiri rapat sebanyak tiga kali berturut-turut tanpa pemberitahuan resmi.

  1. Melanggar perundang-undangan dan keputusan rapat anggota.
  2. Melakukan tindak pidana.
  3. Mencemarkan nama baik kelompok tani, pengurus, anggota dan PPL.

Pasal 8

Anggota berhenti berdasarkan alasan sebagaimana yang termaktub dalam pasal 7 Bab III dicoret dari buku daftar anggota dan keanggotaannya dihapus sejak tanggal pencoretan.

Pasal 9

Anggota yang berhenti wajib segera menyelesaikan hutang-piutangnya dan tidak dibenarkan lagi hadir atau memberikan suara dalam rapat anggota.

BAB IV

RAPAT ANGGOTA

Pasal 10

Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam petani nusantara kabupaten pangandaran

Pasal 11

Dalam rapat anggota, tiap anggota mempunyai hak suara yang sama yaitu, satu anggota satu suara.

Pasal 12

Rapat anggota di adakan sekurang-kurangnya 1 (satu ) kali dalam setahun dan setiap waktu juga dapat mengadakan rapat jika dipandang perlu.

 

 

Pasal 13

Syahnya rapat anggota dan syahnya keputusan rapat anggota ditentukan oleh quorum yang ditentukan oleh rapat anggota yang dihadiri minimal dua per tiga dari anggota yang hadir.

Pasal 14

Dalam hal rapat anggota tidak dapat dilaksanakan karena tidak memenuhi quorum yang ditetapkan maka dapat ditetapkan bahwa rapat anggota tersebut ditunda dengan batas waktu penundaan tersebut dapat ditetapkan sendiri oleh rapat anggota.

Pasal 15

Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dan untuk mencapai kata mufakat maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak dari jumlah anggota yang hadir.

BAB V

TUGAS, FUNGSI DAN WEWENANG

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN DAN RAPAT ANGGOTA LUARA BIASA

Pasal 16

Tugas, fungsi dan wewenang rapat anggota tahunan antara lain menetapkan :

  1. Rencana kerja, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja serta pengesahan laporan keuangan.
  2. Kewenangan pengesahan pertanggung jawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya.

Pasal 17

Tugas, fungsi dan wewenang rapat anggota luar biasa :

  1. Kewenangan untuk menetapkan pinjaman kredit yang melebihi kewenangan yang telah diputuskan rapat anggota sebelumnya.
  2. Menetapkan perluasan usaha.
  3. Memberi penyuluhan terkait masalah pertanian.
  4. Memberhentikan sementara pengurus dan atau anggota atas tindakan yang menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) atau keputusan rapat anggota dan sekaligus mengangkat caretaker atau pengganti sementara pengurus.

BAB VI

PENGATURAN RAPAT ANGGOTA

Pasal 18

Dalam pengaturan rapat anggota perlu diatur ketentuan mengenai :

  1. Undangan Rapat
  2. Acara Rapat
  3. Waktu Rapat
  4. Notulen Rapat

Pasal 19

Semua keputusan rapat anggota harus dibuat dalam berita acara rapat anggota dan disyahkan oleh rapat anggota.

Pasal 20

Untuk undangan dan kehadiran anggota dalam rapat anggota harus tertulis.

BAB VII

KEUANGAN ORGANISASI

Pasal 21

Keuangan organisasi kelompok tani bersumber dari simpanan pokok anggota, sumbangan lain yang syah, dan usaha kelompok tani yang syah yang tidak bertentangan dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia.

  1. Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan pokok sebesar Rp.5.000.-/ orang
  2. Setiap anggota diwajibkan membayar simpanan wajib sebesar Rp. 1.000.-/ orang/lapan(40 hari).
  3. Pembayaran simpanan pokok selambat – lambatnya 10 ( sepuluh ) hari  setelah yang bersangkutan diterima menjadi anggota kelompok.

 

BAB VIII

WAKTU

Pasal 22

Kelompok tani ini berlaku dan berjalan sejak tanggal direnovasinya kelompok tani Ngudi Rahayu sampai dengan batas waktu yang tidak ditetapkan.

BAB IX

PENGELUARAN DAN KENDALI KEUANGAN

Pasal 23

 

  1. Pengeluaran Kelompok terdiri dari pengeluaran Rutin dan Insidental.
  2. Pengeluaran rutin per tahun adalah pengeluaran yang dilakukan untuk

            pengurus sebagai jerih payah sebesar 40 persen dari saldo kas

            terakhir.Dari 40 persen tersebut 80 persennya di bagi rata pengurus dan

            20 persennya dibagi lagi kepada pengurus harian sebagai tunjangan

            jabatan.

  1. Pengeluaran insidental adalah pengeluaran sejumlah kecil uang dan

            pengeluaran sejumlah besar uang.

  1. Besarnya pengeluaran insidental ditentukan menurut perkembangan dan

            diputuskan dalam rapat pengurus.

 

BAB X

SISA HASIL USAHA

Pasal 24

 

Sisa hasil usaha yang diperoleh dari Kelompok dibagi sebagai berikut:

            1.40 % untuk dana pengurus

  1. 5 % untuk dana sosial

            3.15 % untuk dana pembangunan

  1. 40 % untuk kelangsungan kelompok.

 

BAB XI

SANKSI

Pasal 25

Sanksi organisasi kelompok tani diperlukan untuk menegakkan disiplin organisasi dan menjamin kepastian pelaksanaan organisasi kelompok tani.

Adapun sanksi yang diberlakukan dalam Kelompok Ngudi Rahayu adalah sebagai berikut :

  1. Pencemaran nama baik kelompok tani, pengurus anggota dan PPL dan atau kelompok tani lain akan diberhentikan setelah diberi peringatan 3 (tiga) kali.
  2. Tidak merawat atau memelihara tanaman atau ternak akan dikenakan sanksi tidak mendapat pelayananan dari kelompok selama 1 (satu ) tahun setelah diberi peringatan 3 (tiga)kali .
  3. Mencuri hasil tani anggota lainnya akan dkenakan sanksi dikeluarkan dari keanggotaan.
  4. Mencuri alat pertanian orang lain atau sesama anggota akan dikenakan sanksi dikeluarkan dari keanggotaan setelah di beri peringatan 3 (tiga) kali untuk mengganti.
  5. Tidak membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan iuran kas akan diberi peringatan selama 3 (tiga) kali tidak akan mendapatkan pelayanan apapun dari kelompok tani dan akan dikeluarkan dari keanggotaan kelompok.

      BAB XII

BADAN PENGURUS

Pasal 26

Pengurus mempunyai kedudukan yang strategis dalam manajemen kelompok tani. Dan bertanggung jawab dalam menjalankan organisasi dan usaha kelompok tani sesuai dengan mandat yang diberikan oleh rapat anggota.

Pasal 27

Pengurus kelompok diusulkan dan dipilih oleh anggota serta diangkat atau disahkan oleh pengurus dalam sebuah rapat anggota.

Pasal 28

Pengurus Kelompok dipilih untuk masa jabatan 3 tahun.

Pasal 29

Rapat pengurus dapat memberhentikan pengurus setiap waktu bila terbukti

  1. Menyalah gunakan wewenang
  2. Melakukan kecurangan yang merugikan kelompok
  3. Tidak mentaati AD dan ART kelompok

Pasal 30

Pengurus yang masa jabatannya telah berakhir dapat dipilih kembali untuk masa jabatan berikutnya.

Pasal 31

Apabila seorang Pengurus mengundurkan diri sebelum masa  jabatannyaberakhir maka Pengurus Kelompok harus menginformasikan kepada setiapPetani Maju untuk dimintai usulan nama yang pantas menggantikan,dan untuk selanjutnya oleh Petani Maju disampaikan kepada Pengurus dalam rapat pengurus.

BAB XIII

PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BADAN PENGURUS

Pasal 32

Untuk mengelola Kelompok Tani Ngudi Rahayu,dibentuk pengurus yang terdiri dari :

  1. Seorang penanggung jawab
  2. Seorang ketua dan Seorang wakil ketua
  3. Dua orang sekretaris
  4. Dua orang bendahara
  5. 13 orang sebagai Petani Maju
  6. 2 orang sebagai Badan Pemeriksa

 

BAB XIV

HAK DAN KEWAJIBAN PENGURUS

 

Pasal 33

1.Tugas penanggung jawab

  1. Memberikan saran-saran demi perbaikan kelompok baik ditanya

                                    maupun tidak.

2          Setiap saat pelindung dapat memeriksa hal-hal yang menyangkut

                                    administrasi,keuangan, dan lain-lain, yang memang diperlukan

                                    untuk memberikan masukan yang harapannya akan menjadi

                                    lebih baik.

  1. Tugas Ketua dan Wakil Ketua
  2. Bertanggung Jawab terhadap jalannya Kelompok Tani,

                                    baik langsung atau tidak langsung.

  1. Membagi tugas-tugas kepada pengurus
  2. Membuat laporan kelompok tani setiap akhir tahun,

                                    yang disampaikan dalam rapat pengurus akhir tahun

  1. Berkonsultasi dengan Pelindung dan pihak atau institusi lain

                                    yang dianggap perlu untuk kemajuan Kelompok Tani.

  1. Tugas sekretaris
  2. Membuat undangan dan daftar hadir rapat.
  3. catatan/notulen rapat
  4. Mengarsipkan segala surat menyurat termasuk nomor surat,

                                    tanggal surat masuk/keluar, dan hal surat.

  1. Bersama-sama Ketua membina hubungan baik dengan instansi

                                    yang terkait.

  1. Tugas Bendahara
  2. Melakukan pembukuan dengan tata cara pembukuan yang baik.
  3. Membuat laporan secara periodik tentang keadaan keuangan

                                    kelompok.

  1. Tugas Petani Maju
  2. Menampung aspirasi anggotanya
  3. Menyiapkan laporan data-data yang diperlukan kepada Pengurus

                                    Harian

  1. Petani maju bertanggung jawab langsung kepada Ketua Kelompok

 

 

 

BAB XV

TUGAS BADAN PENGURUS

Pasal 34

Tugas dan tanggung jawab Badan Pengurus adalah :

  1. Mengelola organisasi kelompok tani dan usahanya.
  2. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan anggaran pendapatan dan belanja kelompok tani.
  3. Menyelenggarakan rapat anggota.
  4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas.
  5. Melaksanakan administrasi organisasi kelompok tani dan usaha serta buku daftar anggota dan buku daftar pengurus.

BAB XVI

WEWENANG BADAN PENGURUS

Pasal 35

Wewenang pengurus antara lain :

  1. Mewakil kelompok tani di dalam dan diluar
  2. Memutuskan penerimaaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota.
  3. Melakukan kegiatan usaha dalam upaya peningkatan dan pemanfaatan kelompok tani sesuai dengan tanggung jawabnya berdasarkan keputusan rapat anggota.

BAB XVII

RAPAT BADAN PENGURUS

Pasal 36

Badan Pengurus mengadaan rapat setiap 40 hari sekali yaitu setiap malam rabu pahing, dan setiap waktu dapat mengadakan rapat jika dipandang perlu oleh ketua atau sekurang-kurangnya 2 ( dua )orang badan pengurus.

Pasal 37

Dalam semua rapat ketua yang memegang pimpinan, jikalau ketua tidak hadir, rapat dapat dipimpin oleh Badan Pengurus yang lain yang dipilih diantara yang hadir.

Pasal 38

Kecuali jika ditentukan yang berlainan maka untuk mengambil suatu keputusan yang syah, rapat Badan Pengurus harus di hadiri oleh sekurang-kurangnya dua per tiga dari jumlah badan pengurus.

Pasal 39

Jika jumlah suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang atau sama banyak, maka pemungutan suara dilakukan untuk kedua kalinya, dan jika hasilnya tetap sama maka pimpinan rapatlah yang berhak memutuskan suatu hal atau usul – usul dan keputusan itu dianggap sah.

.

 

BAB XVIII

BADAN PEMERIKSA

Pasal 40

 

  1. Badan pemeriksa terdiri dari 2 orang.
  2. Yang dapat dipilih menjadi anggota Badan Pemeriksa adalah mereka

            yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Memiliki sifat-sifat kejujuran
  2. Mengetahui seluk beluk administrasi dan keuangan.

 

 

BAB XIX

ATURAN TAMBAHAN

Pasal 41

  1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur kemudian dengan peraturan tersendiri.
  2. Anggaran Rumah Tangga ini telah disetujui dan disyahkan dan dikukuhkan oleh peserta musyawarah kelompok Ngudi Rahayu di Padukuhan Kalangan Desa Kalitekuk Kecamatan Semin Kabupaten Gunung Kidul DIY  pada Tanggal 22 Februari 2006
  3. Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

 

Ditetapkan di: Kalitekuk

Pada tanggal  : 22 Februari 2006

 

Pengurus Kelompok Tani Ngudi Rahayu

Sekretaris

Ketua

 

 

NGATIMAN

SYAMSI

Mengetahui

Kepala Desa Kalitekuk

Ketua Gapoktan Kalitekuk

PPL Desa Kalitekuk

 

 

 

WALUYA

KASMANTA

PUJI RAHAYU

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hakikat “SYUKURAN PETANI” Hari Krida Pertanian HKP

“Syukuran Petani” Hari Krida Pertanian pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri serta hari dharma bhakti. Setiap tahunnya diperingati oleh segenap masyarakat pertanian, yakni para petani, peternak, pegawai dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian.
 
Pada hari tersebut, masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya berupa kekayaan alam yang melimpah seperti bumi, air, matahari, iklim, kekayaan fauna dan flora serta mineral-mineral yang oleh masyarakat pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia.
 
“Selanjutnya bermohon agar pada tahun-tahun berikutnya dapat memperoleh rahmat yang lebih besar dari pemanfaatan kekayaan alam tersebut dengan tanggungjawab untuk tetap melestarikannya,”

“Syukuran Petani” Hari Krida Pertanian pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri serta hari dharma bhakti. Setiap tahunnya diperingati oleh segenap masyarakat pertanian, yakni para petani, peternak, pegawai dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian.
Pada hari tersebut, masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya berupa kekayaan alam yang melimpah seperti bumi, air, matahari, iklim, kekayaan fauna dan flora serta mineral-mineral yang oleh masyarakat pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia.
“Selanjutnya bermohon agar pada tahun-tahun berikutnya dapat memperoleh rahmat yang lebih besar dari pemanfaatan kekayaan alam tersebut dengan tanggungjawab untuk tetap melestarikannya,”

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

APPNS Asosiasi Pedagang Pupuk Non Subsidi Pangandaran

Alhamdulillah Telah Terbentuk Pengurus Asosiasi Pedagang Pupuk Non Subsidi (APPNS) Kabupaten Pangandaran. Jaringan APPNS : Distributor Tingkat Kecamatan (10 Distributor) dan Kios / Warung Tani Tiap Desa (93 Warung Tani). Selamat Bekerja Untuk Memfasilitasi Kebutuhan SAPRODI Non Subsidi Petani Kabupaten Pangandaran Mewujudkan Kemakmuran Semesta. Dihadiri Perwakilan dari PT. Petro Kimia Gresik, Kasatkoryon BANSER Padaherang, Bendahara MWC NU Padaherang, Perwakilan Kec. Padaherang, Kec. Kalipucang, Kec. Pangandaran, Kec. Mangunjaya, Kec. Sidamulih,

Tempat Pondok Pesantren Petani Nusantara Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Padaherang, 18 September 2017

Alhamdulillah Telah Terbentuk Pengurus Asosiasi Pedagang Pupuk Non Subsidi (APPNS) Kabupaten Pangandaran. Jaringan APPNS : Distributor Tingkat Kecamatan (10 Distributor) dan Kios / Warung Tani Tiap Desa (93 Warung Tani). Selamat Bekerja Untuk Memfasilitasi Kebutuhan SAPRODI Non Subsidi Petani Kabupaten Pangandaran Mewujudkan Kemakmuran Semesta. Dihadiri Perwakilan dari PT. Petro Kimia Gresik, Kasatkoryon BANSER Padaherang, Bendahara MWC NU Padaherang, Perwakilan Kec. Padaherang, Kec. Kalipucang, Kec. Pangandaran, Kec. Mangunjaya, Kec. Sidamulih,

Tempat Pondok Pesantren Petani Nusantara Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

Padaherang, 18 September 2017

 

D  R  A  F
ANGGARAN DASAR

ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS

Pendahuluan

Kelahiran ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS

merupakan forum komunikasi masyarakat pedagangan PUPUK NON SUBSIDI Kabupaten Pangandaran yang berangkat dan dilandasi dari rasa kebersamaan, senasib sepenanggunan dalam kerangka kesatuan dan persatuan.

Asosiasi ini merupakan suatu bentuk solidaritas dan persaudaraan kolektif dari setiap anggota yang didasarkan pada prinsip – prinsip kemajemukan, kesetaraan, keadilan, kebajikan dan keadaban.

Solidaritas yang didasarkan pada prinsip – prinsip tersebut diatas untuk sebagian telah menjadi realitas hidup keseharian dalam kerangka social masyarakat.

Untuk mencapai kebahagiaan hidup  dalam tatanan masyarakat adil dan makmur yang diridlai Tuhan Yang Maha Esa dan dengan keyakinan bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai dengan pertolongan, taufiq dan hidayah-Nya, kemudian diikuti dengan usaha -usaha yang terencana, teratur, terus menerus dan penuh kebijaksanaan, maka dengan ini, kami PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI Kabupaten Pangandaran berhimpun diri dalam organisasi /Perkumpulan dengan Anggaran Dasar sebagai berikut:

BAB I

NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1

Nama

Organisasi ini bernama ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI  Disingkat dengan APPNS

Pasal 2

Waktu

Organisasi ini didirikan di Kabupaten Pangandaran pada hari Senin 18 September 2017, untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pasal 3

Tempat Kedudukan

Organisasi ini berkedudukan di Pangandaran, Dusun Cibadak RT.24/08 Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran

BAB II
ASAS, TUJUAN DAN USAHA

Pasal 4

Asas

Organisasi ini berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar  1945

Pasal 5

Tujuan

Terbinanya kebersamaan dan sikap gotong royong antar anggota organisasi

Pasal 6

Usaha

  1. Membangun organisasi secara professional, demokratis baik material maupun spiritual sehingga terpelihara dan berkembang eksistensinya secara berkesinambungan.
  2. Memperjuangkan tujuan organisasi dengan cara damai dan selaras dengan hukum (Undang – Undang) dan tata pemerintahan (aturan) yang berlaku
  3. Membantu Menciptakan iklim dan suasana kondusif, nyaman dan aman dalam menjalankan kegiatan usaha perdaganan di Pangandaran

d. Menyelenggarakan aktivitas organisasi yang bermuara pada sikap kebersamaan dan gotong royong

BAB III
VISI DAN MISI

Pasal 7

Visi

Menuju iklim kegiatan usaha yang kondusif, nyaman dan aman serta saling menguntungkan

Pasal 8

Misi

  1. Menjadikan APPNS sebagai Wadah Pedagang pupuk non subsidi yang aman dan nyaman serta saling menguntungkan
  2. Mengisi setiap kegiatan organisasi dengan aktivitas yang mendukung terciptanya rasa aman dan nyaman
  3. Membina anggota organisasi agar memahami hak dan kewajibannya

BAB IV
PERANAN, FUNGSI DAN TUGAS

Pasal 9

Peranan

Organisasi ini berperan sebagai inspirator terciptanya iklim dan suasana kondusif

dalam menjalankan kegiatan usaha perdaganan pupuk non subsidi di Pangandaran

Pasal 10

Fungsi

Organisasi ini berfungsi sebagai alat perjuangan dalam menyampaikan aspirasi anggota yang tidak bertentangan dengan tata nilai dan norma hukum yang berlaku

Pasal 11

Tugas

Organisasi ini bertugas meyerap aspirasi anggota

BAB V
KEANGGOTAAN, STRUKTUR ORGANISASI DAN PERBENDAHARAAN

Pasal 12

Keanggotaan

  1. Anggota ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS, yaitu Pedagang pupuk non subsidi di Kabupaten Pangandaran Selanjutnya disebut anggota
  1. Setiap anggota memiliki hak dan kewajiban yang sama, namun berbeda dalam fungsinya.Pasal 13
    Kelengkapan Organisasi / Struktur Organisasi

ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS memiliki kelengkapan organisasi sebagai berikut:

  1. Musyawarah Anggota, merupakan wadah musyawarah anggota, pemegang amanat tertinggi organisasi.
  2. Badan Pelaksana, adalah kelengkapan organisasi yang menjalankan fungsi kepengurusan
  3. Satuan pendukung, yang dibentuk oleh Pengurus Badan Pelaksana sesuai perkembangan dan keperluan organisasi.

Pasal 14
Musyawarah Anggota

  1. Musyawarah Anggota adalah wadah musyawarah anggota untuk memilih Ketua Badan Pelaksana, memutuskan Garis – garis Kebijakan Organisasi
  2. Musyawarah Anggota diadakan sekali dalam tiga tahun.

Pasal 15
Hak dan Wewenang Musyawarah Anggota

Musyawarah Anggota ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS berhak dan berwenang:

  1. Meminta pertanggungjawaban Badan Pelaksana
  2. Menetapkan dan mengubah Anggaran Dasar.
  3. Menetapkan dan mengubah Anggaran Rumah Tangga. Untuk pertama kalinya, Anggaran Rumah Tangga ditetapkan oleh Ketua Badan Pelaksana terpilih bersama-sama dengan Anggota Pengurusnya
  4. Menetapkan Garis-garis Kebijakan Orgnisasi
  5. Memilih dan Menetapkan Ketua Badan Pelaksana.
  6. Memberhentikan Ketua Badan Pelaksana antar waktu serta menetapkan Ketua yang baru, melalui Musyawarah Anggota Luar Biasa. Ketentuan lebih lanjut mengenai pemberhentian antar waktu, diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 16
Badan Pelaksana

  1. Badan Pelaksana dipilih sebagai personal yang mewakili anggota biasa ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS Kabupaten Pangandaran
  2. Susunan Pengurus Badan Pelaksana terdiri dari Ketua , Sekretaris, Bendahara ditambah wakil dan bidang-bidang, badan otonom dan badan usaha
  3. Ketua dipilih oleh anggota di dalam Musyawarah Anggota.
  4. Anggota Kepengurusan yang lain dipilih oleh Ketua terpilih dan di sebut Pengurus Badan Pelaksana disahkan dan dilantik oleh Musyawarah Anggota.
  5. Pengurus Badan Pelaksana disahkan dan dilantik oleh Musyawarah Anggota
  6. Ketua Badan Pelaksana berhenti karena:
    a.   Masa jabatan berakhir, atau
    b.   Meninggal dunia, atau
    c.   Mengundurkan diri, atau
    d.   Diberhentikan dari jabatannya menurut Keputusan Musyawarah Anggota Luar Biasa karena merugikan harta serta nama baik ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS atau melanggar AD, ART atau Garis – garis Kebijakan organisasi
  7. Pengurus Badan Pelaksana diangkat untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat diangkat kembali hanya untuk masa jabatan berikutnya, maksimal 2 periode secara berturut -turut

Pasal 17
Tugas dan Wewenang Badan Pelaksana

  1. Badan Pelaksana bertanggung jawab kepada Musyawarah Anggota.
  2. Badan pelaksana berhak mewakili ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS di dalam maupun diluar organisasi
  3. Badan Pelaksana berhak bertindak untuk dan atas nama ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS, menjalankan segala tindakan Badan Pelaksanaan dan tindakan kepemilikan dalam lingkup organisasi.
  4. Badan Pelaksana mengerjakan dan memutuskan segala sesuatu berdasarkan AD, ART dan keputusan – keputusan Musyawarah Anggota.
  5. Badan Pelaksana berhak menetapkan berbagai satuan pendukung yang diperlukan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi.
  6. Badan Pelaksana wajib melaksanakan visi dan misi ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS, serta Garis – garis Kebijakan Organisasi
  7. Badan Pelaksana wajib menyampaikan posisi keuangan serta evaluasi program tahunan kepada Anggota sedikitnya sekali dalam setahun

Pasal  18

Satuan Pendukung

  1. Dalam melaksanakan visi dan misi organisasi, Badan Pelaksana dapat membentuk satuan pendukung.
  2. Satuan pendukung sepenuhnya bertanggung jawab kepada Badan Pelaksana.

Pasal  19

Perbendaharaan

Kekayaan organisasi ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS diperoleh dari usaha – usaha, iuran anggota dan sumbangan yang halal dan tidak mengikat.

BAB VI
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 20

Perubahan Anggaran Dasar

Perubahan dan penjelasan Anggaran Dasar organisasi hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Anggota.

Pasal 21

Pembubaran Organisasi

Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan oleh Musyawarah Anggota.

BAB VII
ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN

Pasal 22

Aturan Tambahan

Hal – hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.

Pasal 23

Pengesahan

Anggaran Dasar ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS Kabupaten Pangandaran ini disahkan dalam Musyawarah Anggota ke I pada hari Senin tanggal 18 September 2017 di Dusun Cibadak RT. 24/08 Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.

 

D  R  A  F

ANGGARAN RUMAH TANGGA

ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS KABUPATEN PANGANDARAN

BAB I
K E A N G G O T A A N

Pasal 1

Anggota

Anggota ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS Kabupaten Pangandaran yang telah memenuhi syarat – syarat keanggotaan dapat menjadi anggota organisasi ini.

Pasal 2

Syarat Syarat Keanggotaan

Setiap Pedagang Pupuk Non Subsidi dan mendaftarkan diri sebagai Anggota.

Pasal 3

Status Anggota

Anggota ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS terdiri dari :

  1. Anggota biasa, ialah Pedagang Pupuk Non Subsidi Kabupaten Pangandaran
  2. Anggota kehormatan, ialah Anggota yang diangkat oleh Badan Pelaksana atas kebijakan tertentu.
  3. Status keanggotaan gugur bila meninggal dunia, mengundurkan diri, diberhentikan oleh Badan Pelaksana atau tidak lagi menjadi Pedagang Pupuk Non Subsidi

Pasal 4

Hak Anggota

  1. Anggota berhak mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pelaksana.
  2. Anggota berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul, saran atau pertanyaan baik secara lesan maupun tertulis kepada Badan Pelaksana.
  3. Anggota biasa berhak mengikuti Musyawarah Anggota, memiliki hak bicara, hak suara, memilih dan dipilih.
  4. Anggota  kehormatan berhak mengikuti Musyawarah Anggota dan hanya memiliki hak bicara.
  5. Anggota yang diberhentikan berhak menuntut keadilan dalam Musyawarah Anggota.Pasal 5

Kewajiban Anggota

  1. Menjaga nama baik ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS dan anggotanya .
  2. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan Badan Pelaksana.
  3. Mentaati peraturan organisasi yang berlaku.BAB II
    O R G A N I S A S I

    Pasal 6

Musyawarah Anggota

  1. Musyawarah Anggota berfungsi sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi dan dilaksanakan tiga tahun sekali.
  2. Musyawarah Anggota bertugas untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan amanah, menetapkan Garis – garis Kebijakan Organisasi  dan Program Kerja, Bagan dan Struktur Organisasi, menetapkan pedoman – pedoman organisasi dan memilih serta menetapkan Ketua Badan Pelaksana periode berikutnya.
  3. Musyawarah Anggota Luar Biasa (MUSLUB) dapat dilakukan atas permintaan sekurang – kurangnya setengah dari jumlah anggota.Pasal 7

Peserta Musyawarah Anggota

Peserta Musyawarah Anggota adalah seluruh Anggota biasa dan luar biasa ditambah dengan undangan khusus.

Pasal 8

Badan Pelaksana

  1. Susunan Pengurus Badan Pelaksana terdiri dari Ketua , Sekretaris, Bendahara ditambah wakil dan bidang – bidang, badan otonom dan badan usaha
  2. Ketua dipilih oleh anggota di dalam Musyawarah Anggota.
  3. Anggota Kepengurusan yang lain dipilih oleh Ketua terpilih dan di sebut Pengurus Badan Pelaksana disahkan dan dilantik oleh Musyawarah Anggota.
  4. Pengurus Badan Pelaksana disahkan dan dilantik oleh Musyawarah Anggota
  5. Ketua Badan Pelaksana berhenti karena :
    a.   Masa jabatan berakhir, atau
    b.   Meninggal dunia, atau
    c.   Mengundurkan diri, atau
    d.   Diberhentikan dari jabatannya menurut Keputusan Musyawarah Anggota Luar Biasa karena merugikan harta serta nama baik ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS atau melanggar AD, ART atau Garis – garis Kebijakan Organisasi.
  6. Pengurus Badan Pelaksana diangkat untuk masa jabatan tiga tahun dan dapat diangkat kembali hanya untuk masa jabatan berikutnya, maksimal 2 periode secara berturut-turut
  1. Badan Otonom dan Badan Usaha dapat dibentuk sesuai dengan keperluan dan setelah memenuhi persyaratan.

8. STRUKTUR BADAN PELAKSNA TERDIRI :

PEMBINA

PENASEHAT

KETUA

WAKIL KETUA

SEKRETARIS

WAKIL SEKRETARIS

BENDAHARA

WAKIL BENDAHARA

  1. Bidang Advokasi
  2. Bidang Humas
  3. Bidang Pengaduan
  4. Bidang Keamanan
  5. Bidang Dana dan Perlengkapan
  6. Bidang Umum
  7. Koordinator Pedagang

Untuk meningkatkan efektifitas kepemimpinan ketua badan pelaksana dibantu oleh staf sesuai dengan hirarkinya, yaitu: wakil ketua, Sekretaris, wakil Sekretari, Bendahara, Wakil Bendahara dan masing – masing ketua Bidang

Komposisi personalia Pengurus ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS adalah sebagai berikut:

Penasehat

K e t u a

Wk  Ketua

Sekretaris

Wakil Sekretaris

Bendahara

Wakil Bendahara

 

BIDANG-BIDANG

Bidang Advokasi

Bidang Humas

Bidang Pengaduan

Bidang Keamanan

Bidang Dana dan Perlengkapan

Bidang U m u m

Koordinator Pedagang

Masa jabatan (periode) Badan Pelaksana adalah tiga tahun. Selambat – lambatnya satu bulan sebelum masa kepengurusannya habis, Badan Pelaksana harus menyelenggarakan Musyawarah Anggota.
Ketua Badan Pelaksana hanya boleh dijabat 2 kali berturut-turut oleh orang yang sama, maksimal 2 periode

BAB III
KEDAULATAN, PERMUSYAWARATAN DAN RAPAT – RAPAT

Pasal 9

Kedaulatan ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS berada di tangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya Musyawarah Anggota.

Pasal 10
Permusyawaratan

Bentuk permusyawaratan tertinggi ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS lewat mekanisme Musyawarah Anggota

Pasal 11
Rapat – Rapat

Proses pengambilan keputusan ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS dilakukan dengan cara musyawarah / rapat yang terdiri dari:

  1. Rapat Pleno.
  2. Dihadiri oleh seluruh Pengurus Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS Dilaksanakan sesuai kebutuhan.
  3. Diselenggarakan dan dipimpin oleh Pengurus Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS
  4. Ketua dibantu oleh Sekretaris Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS memimpin jalannya rapat.
  5. Membahas Laporan Tahunan Pengurus ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS dan evaluasinya.
  6. Memberi masukan/rekomendasi yang tidak mengikat kepada Pengurus ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS dalam menjabarkan Program Kerja untuk tahun berikutnya.
  7. Rapat Kerja.
  1. Dihadiri oleh seluruh Pengurus Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS
  2. Ketua dan Sekretaris Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS sebagai pimpinan rapat.
  3. Dilakukan satu tahun sekali untuk menjabarkan Program Kerja Musyawarah Anggota.
  4. Merencanakan agenda kegiatan seluruh bidang selama satu tahun ke depan.
  5. Menyusun anggaran baik pembiayaan maupun penerimaan secara terintegrasi.
  1. Rapat Umum.
  2. Dihadiri seluruh Pengurus ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS dan undangan khusus.
  3. Ketua dan Sekretaris Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS menjadi pimpinan rapat.
  4. Dilakukan minimum 1 bulan sekali untuk:
  5. Membahas Laporan Kegiatan masing-masing bidang tiap tri wulan.
  6. Melakukan koordinasi kegiatan antar bidang.
  7. Mengambil keputusan organisasi baik intern maupun ekstern.
  8. Melakukan evaluasi kegiatan tri wulan yang lalu.
  9. Melakukan perbaikan kegiatan tri wulan yang akan datang.
  1. Rapat Bidang.
  2. Dihadiri seluruh pengurus masing-masing bidang dan undangan khusus.
  3. Koordinator Bidang menjadi pimpinan rapat.
  4. Dilakukan minimum dua bulan sekali untuk:
  5. Membahas perkembangan bidang.
  6. Melakukan koordinasi kegiatan bidang.
  7. Mengambil keputusan organisasi yang berkaitan dengan bidang kerja.
  8. Melakukan evaluasi dan perbaikan kegiatan bidang.
  1. Rapat Panitia.
  2. Dihadiri seluruh panitia, baik Panitia Pengarah (SC) maupun Panitia Pelaksana (OC) dan undangan khusus.
  3. Ketua dan Sekretaris Panitia Pelaksana menjadi pimpinan rapat.
  4. Dilakukan sesuai dengan kebutuhan untuk:
  5. Menyusun rencana kepanitiaan.
  6. Membahas perkembangan jalannya kepanitiaan.
  7. Melakukan koordinasi dan evaluasi kegiatan panitia.
  8. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara teknis.
  9. Mempersiapkan Laporan Pertanggungjawaban panitia

Status, fungsi mekanisme permusyawaratan, rapat-rapat dan kuorum diatur dalam juklak juknis dan Pedoman Organisasi ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS Kabupaten Pangandaran.

Pasal 12

Anggota Badan Pelaksana

  1. Anggota Badan Pelaksana dipilih dan disahkan oleh Ketua yang merangkap Ketua Formatur dengan dibantu dua orang Anggota Formatur yang dipilih dalam Musyawarah Anggota.
    b.Reshuffle Anggota Badan Pelaksana dilakukan oleh Ketua Badan Pelaksana ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS berdasar kan hasil keputusan rapat umum dengan menerbitkan Surat Keputusan

BAB IV
WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB

Pasal 13

Wewenang Badan Pelaksana

  1. Badan Pelaksana berhak memimpin dan mewakili kepentingan organisasi sesuai dengan fungsinya.
    b. Badan Pelaksana berhak menggunakan fasilitas dan potensi organisasi dengan cara yang benar.
    c. Badan Pelaksana berhak mendirikan, memilih dan melantik baik lembaga maupun Badan Pelaksana di bawah koordinasinya dengan mempertimbangkan suara dan kemashlahatan Anggota.Pasal 14

Tanggung Jawab Badan Pelaksana

  1. Badan Pelaksana bertanggung jawab kepada Anggota untuk melaksanakan Program Kerja yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Anggota.
    b. Badan Pelaksana menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban dalam forum Musyawarah Anggota.

BAB V
I D E N T I T A S

Pasal 15

Identitas

  1. Lambang dan identitas organisasi lainnya ditetapkan dalam Musyawarah Anggota.
  2. Lambang organisasi ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS adalah

Alhamdulillah Telah Terbentuk Pengurus Asosiasi Pedagang Pupuk Non Subsidi (APPNS) Kabupaten Pangandaran. Jaringan APPNS : Distributor Tingkat Kecamatan (10 Distributor) dan Kios / Warung Tani Tiap Desa (93 Warung Tani). Selamat Bekerja Untuk Memfasilitasi Kebutuhan SAPRODI Non Subsidi Petani Kabupaten Pangandaran Mewujudkan Kemakmuran Semesta. Dihadiri Perwakilan dari PT. Petro Kimia Gresik.
Tempat Pondok Pesantren Petani Nusantara Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran.
Padaherang, 18 September 2017

BAB VI
ATURAN TAMBAHAN DAN PENGESAHAN

Pasal 16

Aturan Tambahan

  1. Anggaran Rumah Tangga merupakan penjelasan dari Anggaran Dasar ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dimuat dalam peraturan atau ketentuan tersendiri yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga.Pasal 17

Pengesahan

Anggaran Rumah Tangga ASOSIASI PEDAGANG PUPUK NON SUBSIDI APPNS ini disahkan dalam Musyawarah Anggota ke I pada hari Senin tanggal 18 September 2017 di Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

BEKRAF Badan Ekonomi Kreatif Indonesia Kab. Pangandaran

BEKRAF Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Sudah Saatnya Ekonomi Kreatif Kabupaten Pangandaran Bergerak Cepat Gotong Royong Berdikari Dalam Rangka Menyongsong Pasar Global.

Kuliner

Fashion

Kriya/Seni

Jaringan Ekonomi Kreatif Semesta (JEK’S) Kabupaten Pangandaran  (Network Of People’s Economy NOPE)

 

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

PANEN KEDELAI PANGANDARAN 2017

Jum’at 15 September 2017. Panen Raya Kedelai (1,9 ton per Ha) Di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Dihadiri Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar Pak H. Hendi Jatnika, Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangandaran, DPRD Komisi II (Endang Ahmad HidayatAde RobertErma BastamanUj JalaludinNgisom Arrosyid, Asikin, Sri Rahayu), Dandim Ciamis, Polres Ciamis, Danramil Padaherang, Kapolsek Padaherang dan Para Petani KTNA.

Jum’at 15 September 2017. Panen Raya Kedelai (1,9 ton per Ha) Di Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Dihadiri Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jabar Pak H. Hendi Jatnika, Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangandaran, DPRD Komisi II (Endang Ahmad Hidayat, Ade Robert, Erma Bastaman, Uj Jalaludin, Ngisom Arrosyid, Asikin, Sri Rahayu), Dandim Ciamis, Polres Ciamis, Danramil Padaherang, Kapolsek Padaherang dan Para Petani KTNA.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kidung Sunan Kalijaga

Mantrawedha adalah kidung karya Kangjeng Sunan Kalijaga. Kidung ini mantra dan wejang yang terdiri dari 10 pupuh dhandhang gula. Karena kidung ini murni berisikan doa atau mantra, maka umumnya dilantunkan dalam suara lembut, hening tanpa diiringi gamelan alias macapat. Berikut ini contoh sajian macapat 10 pupuh Mantrawedha.

Pupuh 1-5: Inti Mantrawedha

Inti mantrawedha hanyalah yang tersurat dalam 5 pupuh pertama, yaitu doa kepada Allah SWT. Sehingga jika seseorang ingin berdoa dengan mengidung atau membaca mantrawedha, maka yang diperlukan hanya pupuh 1 sampai dengan 5 saja. Isi dari doa adalah memohon keselamatan, baik terhadap gangguan kejahatan maupun penyakit dan hama, baik dari sumber biologis dan fisik maupun dari metafisik. Pupuh-pupuh selanjutnya menggambarkan wejang dari Kangjeng Sunan Kalijaga tentang isi dan misi 5 pupuh pertama.

Pupuh 1

Ana kidung rumeksa ing wengi,
teguh ayu luputa ing lelara,
luputa bilahi kabeh,
jin setan datan purun,
peneluhan tan ana wani,
miwah panggawe ala,
gunaning wong luput,
geni atemahan tirta,
maling adoh tan ana ngarah mring mami,
guna duduk pan sirna.

Pengucapannya

Ono kidung rumekso ing wengi,
teguh ayu luputo ing leloro,
luputa bilahi kabeh,
jin setan datan purun,
peneluhan tan ono wani,
miwah panggawe olo,
gunaning wong luput,
geni atemahan tirta,
maling adoh tan ono ngarah mring mami,
guno duduk pan sirna.

Terjemah bebas

Ini doa penjaga malam,
semoga semua aman, luput dari penyakit,
dan luput dari petaka,
jin dan setan tidak akan (mengganggu),
teluh (santet) tak akan berani (beraksi),
sekalian niat jahat,
(dan) tipu daya luput,
api akan tertangkis air,
maling menjauh tak berani menyatroni ku,
(dan) segala bentuk santet sirna

Penjelasan

Ini doa penjaga malam memohon kepada Allah akan keselamatan dan perlindungan dari berbagai kejahatan, baik yang dilakukan manusia, jin maupun setan, ataupun persekutuan antar mereka. Kejahatan-kejahatan tersebut akan luput atau gagal bagaikan api bertemu air.

Pupuh 2 dan 3

Sakabehing lara pan samya bali,
kehing ama pan sami miruda,
welas asih pandulune,
sakehing braja luput,
kadi kapuk tibaning wesi,
sakehing wisa tawa,
sato galak lulut,
kayu aeng lemah sangar,
songing landhak guwaning mong lemah miring,
myang pakiponing merak.

Pagupakaning warak sakalir,
nadyan arka myang segara asat,
temahan rahayu kabeh,
apan sarira ayu,
ingideran mring widadari,
rineksa malaikat,
sakathahing rasul,
pan dadi sarira tunggal,
ati Adam uteku Baginda Esis,
pangucapku ya Musa.

Pengucapannya

Sakabehing loro pan samyo bali,
kehing omo pan sami mirudo,
welas asih pandulune,
sakehing brojo luput,
kadi kapuk tibaning wesi,
sakehing wiso towo,
sato galak lulut,
kayu aeng lemah sangar,
songing landhak guwaning mong lemah miring,
myang pakiponing merak.

Pagupakaning warak sakalir,
nadyan arko myang segoro asat,
temahan rahayu kabeh,
apan sarira ayu,
ingideran mring widodari,
rinekso malaikat,
sakathahing rasul,
pan dadi sariro tunggal,
ati Adam uteku Bagindo Esis,
pangucapku yo Musa.

Terjemah bebas

Semua penyakit akan kembali (ke asalnya),
semua hama akan menyingkir,
semua melihatku penuh kasih,
semua serangan senjata (yang tertuju padaku) akan luput,
bak kapuk jatuh di atas besi,
semua racun (bisa) akan netral (bagiku),
(semua) biatang buas akan tunduk (padaku),
pohon angker, tanah gersang –
bulu landak, goa di tebing miring –
maupun sarang merak (baca: kawasan perburuan harimau) –

(dan) kubangan badak dan sebangsanya (baca: kawasan jorok sumber penyakit) –
termasuk teriknya matahari (arka) yang sedemikian hebatnya sehingga mampu mengeringkan laut (baca: kemarau panjang),
semua segera menjadi nyaman,
dan membahagiakan,
bak diiringi bidadari,
dijaga malaikat,
dan segenap para rasul,
semua bak manunggal sejiwa (denganku),
perasaan(ku) (adalah Nabi) Adam, pemikiranku (adalah Nabi) Sis,
(dan) ucapanku (adalah Nabi) Musa.

Penjelasan

Pupuh 2 dan 3 ini menunjukkan sebuah hasrat untuk beraura “pencerah”. Semua penyakit, hama maupun serangan senjata tidak ada artinya. Ganasnya binatang buas berbalik menjadi kepatuhan. Kawasan-kawasan angker, gersang, berbahaya, jorok seram dan gawat serta kekeringan (peceklik) berubah menjadi indah, damai, subur, nyaman dan penuh kebahagiaan.

Semua itu berkat keimanan kita sehingga dari dalam diri kita terpancar aura para malaikat dan para rasul. Semua manunggal dalam sanubari, dimana perasaanku seperti Nabi Adam, pemikiranku seperti Nabi Sis, dan ucapanku seperti Nabi Musa.

Apa istimewa perasaan Adam? Jelas, Nabi yang satu ini adalah satu-satunya lelaki yang pernah hidup di Syurga sebelum turun ke bumi. Beliau juga manusia pertama bumi versi jaman ini. Bahkan ada kisah bahwa beliau turun ke bumi karena dosa. Semua ini menunjukkan kondisi extrim. Ketika di syurga mendapat kenikmatan extrim. Setelah berbuat dosa dan diturunkan ke bumi, menjadi penyesalan extrim, namun harus mengatasinya dengan tawakal extrim. Sehingga tentu apa yang dirasakan Adam tidak bisa dibayangkan oleh manusia lain dan manusia lain tidak mungkin mengalami hal yang seperti dialami Adam.

Pemikiran Nabi Sis dan ucapan Nabi Musa, sepertinya merupakan kemenonjolan yang disimpulkan oleh Sunan Kalijaga. Hal-hal seperti ini akan dilanjutkan dalam pupuh 4 dan 5.

Pupuh 4 dan 5

Napasingun Nabi Isa luwih,
Nabi Yakub pamiyarsaningwang,
Yusuf ing rupaku mangke,
Nabi Dawud swaraku,
Hyang Suleman kasekten mami,
Ibrahim nyawaningwang,
Idris ing rambutku,
BagendAli kulitingwang,
Abu Bakar getih daging Umar singgih,
balung Bagenda Usman.

Sungsum ingsun Patimah linuwih,
Siti Aminah banyuning angga,
Ayub ing ususku mangke,
Nabi Nuh ing jejantung,
Nabi Yunus ing otot mami,
Netraku ya Muhammad,
panduluku rasul,
pinayungan Adam Sarak,
sampun pepak sakhathahing para Nabi,
dadya sarira tunggal.

Pengucapannya

Napasingun Nabi Isa luwih,
Nabi Yakub pamiyarsaningwang,
Yusuf ing rupaku mangke,
Nabi Dawud swaraku,
Hyang Suleman kasekten mami,
Ibrahim nyawaningwang,
Idris ing rambutku,
BagendAli kulitingwang,
Abu Bakar getih daging Umar singgih,
balung Bagendo Usman.

Sungsum ingsun Patimah linuwih,
Siti Aminah banyuning anggo,
Ayub ing ususku mangke,
Nabi Nuh ing jejantung,
Nabi Yunus ing otot mami,
Netraku ya Muhammad,
panduluku rasul,
pinayungan Adam Sarak,
sampun pepak sakhathahing poro Nabi,
dadyo sarira tunggal.

Terjemah bebas

Napasku Nabi Isa
penampilanku Nabi Yakub,
wajahku Nabi Yusuf,
suaraku Nabi Dawud,
kesaktianku Nabi Sauleman,
nyawaku Nabi Ibrahim,
rambutku Nabi Idris,
kulitku (sahabat) Ali,
darahku (sahabat) Abu Bakar,
dagingku (sahabat) Umar,
tulangku (sahabat) Usman,

Sumsumku Fatimah,
cairan tubuhkan Siti Aminah,
ususku Nabi Ayub,
jantungku Nabi Nuh,
ototku Nabi Yunus,
mataku Nabi Muhammad,
penglihatanku bak rasul,
diteduhi oleh Nabi Adam dan Siti Sarah,
sudah lengkap semua nabi,
manunggal dalam jiwaku.

Penjelasan

Sepertinya menggambarkan sekujur tubuh kita luar-dalam penuh dengan aura para nabi, para sahabat dan para isteri Nabi Muhammad. Entah ini benar-benar permohonan supaya aura para manusia istimewa tersebut masuk menjadi aura kita, atau sekedar kiyas ataukah punya makna lain, saya sama sekali belum tahu. Yang jelas, Sunan Kalijaga adalah seorang wali yang umumnya tingkat ilmu dan pengetahuannya sudah makrifat. seorang makrifat adalah orang yang jenius, sehingga tidak selalu pola pikirnya bisa diikuti oleh orang awam. Kejeniusan Sunan Kalijaga sudah terbukti, selain melalui pengembangan seni dan budaya, juga tata kota dan teknik bangunan, meski beliau bukan insinyur sipil.

Pupuh 6-7: Wejang Sunan Kalijaga tentang Mantrawedha

Pupuh 6 sampai dengan 10 adalah penjelasan atau “wejang” dari Sunan Kalijaga tentang inti Mantrawedha yang tersurat pada pupuh 1 sampai dengan 5 di atas. Namun sepertinya wejang ini bukan menjelaskan arti dari setiap pupuh, melainkan cenderung khasiat atau manfaat dan cara mendapatkannya.

Pupuh 6

Wiji sawiji mulane dadi,
apan pencar sak indenging jagad,
kasamadan dening dzate,
kang maca kang angrungu,
kang anurat kang anyimpeni,
dadi ayuning badan,
kinarya sesembur,
yen winacakna ing toya,
kinarya dus rara tuwa gelis laki,
wong edan nuli waras.

Pengucapannya

Wiji sawiji mulane dadi,
apan pencar sak indenging jagad,
kasamadan dening dzate,
kang moco kang angrungu,
kang anurat kang anyimpeni,
dadi ayuning badan,
kinaryo sesembur,
yen winacakno ing toyo,
kinarya dus roro tuwo gelis laki,
wong edan nuli waras.

Terjemah bebas:

Benih apapun yang tumbuh,
akan menyebar ke seluruh dunia,
mendapat restu dari Dzat yang Maha Kuasa,
yang membaca (dan) yang mendengar,
(dan) yang menulis (dan) yang menyimpannya,
semua akan mendapat manfaat (pahala),
sebagai (kemampuan memberi) petunjuk.
Jika (kidung ini) dibaca dekat air,
gadis tua lekas dapat jodoh,
(dan) orang gila segera sembuh.

Penjelasan:

Sebuah ilmu yang bermanfaat, baik pengetahuan maupun keterampilan, akan diridloi NYA untuk menyebar ke segala penjuru dunia. Semua pihak akan mendapat manfaatnya, baik yang membaca, yang mendengarkan (orang membaca), yang menulis maupun yang sekedar menyimpannya. Demikian pula kidung ini (pupuh 1-5), jika dibacakan di dekat air, maka jika air itu untuk mandi gadis tua, dia akan lekas mendapat jodoh. Jika utuk mandi orang gila, dia akan segera waras.

Pupuh 7

Lamun ana wong kadhendha kaki,
wong kabanda wong kabotan utang,
yogya wacanen den age,
nalika tengah dalu,
ping sawelas wacanen singgih,
luwar saking kebanda,
kang kadhendha wurung,
aglis nuli sinauran,
mring Hyang Suksma kang utang puniku singgih,
kang agring nuli waras.

Pengucapannya

Lamun ono wong kadhendho kaki,
wong kabondo wong kabotan utang,
yogya wacanen den age,
naliko tengah dalu,
ping sawelas wacanen singgih,
luwar saking kebondo,
kang kadhendho wurung,
aglis nuli sinauran,
mring Hyang Suksmo kang utang puniku singgih,
kang agring nuli waras.

Terjemah bebas:

Manakala (seseorang atau kamu) kena denda,
atau terikat terjerat hutang,
sebaiknya segera baca kidung ini (pupuh 1-5),
di tengah malam,
jam 11 (pm) bacalah dengan khusuk,
jeratan akan segera lepas,
denda akan segera urung,
Tuhan yang akan membayar hutangnya,
(dan) jika sakit segera sembuh.

Penjelasan:

Bagi yang sedang terancam kena denda atau hukuman atau terbelit hutang atau terjerat dalam kekonyolan, kidung ini (pupuh 1-5) bisa menjadi doa ampuh untuk memohon pertolongan Allah, terutama jika dibacakan jam 11 malam dengan khusuk. Ancaman denda akan segera urung, jeratan segera lolos dan belitan hutang segera lunas. Tuhan akan memberi jalan yang mudah untuk melunasi hutangnya.

Karena ini mantra seorang wali, tentu tidak mungkin untuk menyelamatkan orang yang sengaja berbuat salah. Kita boleh jadi berbuat salah tanpa sengaja berniat kriminal. Misalnya perkelahian, atau karena ulah kawan kita, yang berakibat cukup fatal sehingga sepertinya kita melakukan kesalahan. Kita juga bisa terbelit hutang tanpa ada niatan ngemplang. Misalnya, gara-gara kena PHK, maka sebagian atau semua hutang macet. Niatnya tidak ngemplang. Tapi karena tidak ada uang untuk membayar, maka akan tampak seperti orang yang ngemplang. Kesalahan-kesalahan seperti inilah yang akan dimohonkan dalam kidung mantrawedha untuk mendapat pertolongan Tuhan.

Bagi orang-orang yang benar-benar bersalah, semisal penjahat atau koruptor, doa kidung ini tidak ada manfaatnya. Mereka mesti mencari mantra dari setan atau iblis bila ingin lolos dari hukuman. Kidung ini justru mustajab untuk menaklukkan mereka, karena masuk dalam kategori sebagai pelaku “guna” yang “luput”. Bahkan bisa jadi orang-orang jahat seperti ini dianggap sebagai penyakit atau hama.

Catatan: “Ping sawelas” – “ping” disini bukan berarti “kali”, melainkan jam atau pukul, dari asal kata “tabuh kaping”.

Pupuh 8

Lamun ora bisa maca kaki,
winawera kinarya ajimat,
teguh ayu tinemune,
lamun ginawa nglurug,
Mungsuhira tan ana wani,
luput senjata tawa,
iku pamrihipun,
sabarang pakaryanira,
pan rineksa dening Hyang Kang Maha Suci,
sakarsane tinekan.

Pengucapannya

Lamun ora bisa moco kaki,
winawero kinaryo ajimat,
teguh ayu tinemune,
lamun ginowo nglurug,
Mungsuhiro tan ono wani,
luput senjoto towo,
iku pamrihipun,
sabarang pakaryaniro,
pan rinekso dening Hyang Kang Moho Suci,
sakarsane tinekan.

Terjemah bebas:

Jika (kamu) tidak bisa membaca,
hapalkan saja seperti jimat,
niscaya akan aman,
jika (kamu) bawa meluruk (perang),
musuhmu akan takut,
luput dari (serangan) senjata (apapun),
itulah manfaatnya,
segalanya akan dijaga oleh Tuhan yang Maha Suci,
(dan) apapun yang kau inginkan kabul.

Penjelasan:

Bagi yang tidak bisa membaca (buta huruf), tetap bisa mendapat manfaatnya dengan menghapalkannya. Kidung ini tetap akan menjadi doa untuk keselamatan dalam peperangan maupun untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

Pupuh 9

Lamun arsa tulus nandur pari,
puwasaa sawengi sadina,
iderana galengane,
wacanen kidung iku,
kehing ama samya bali,
yen sira lunga perang,
wateken ing sekul,
antuka tigang pulukan,
musuhira rep sirep tan ana wani,
rahayu ing payudan.

Pengucapannya

Lamun arso tulus nandur pari,
puwosowo sawengi sadino,
iderono galengane,
wacanen kidung iku,
kehing omo samyo bali,
yen sira lungo perang,
wateken ing sekul,
antuko tigang pulukan,
musuhiro rep sirep tan ono wani,
rahayu ing payudan.

Terjemah bebas:

Jika (kamu) akan bertani padi,
berpuasalah semalam sehari,
(dan) beredarlah di setiap pematangnya,
(sambil) membaca kidung ini,
(niscaya) semua hama akan kembali (ke asalnya),
jika (kamu) akan pergi ke medan perang,
bacalah (kidung ini) dekat nasi,
makanlah 3 suap,
(niscaya) musuhmu ketakutan tak akan berani,
(dan) kamu selamat dalam peperangan.

Penjelasan:

Bagi yang akan bertani padi, kidung ini juga menjadi doa ampuh untuk memohon keberhasilan ketika panen kelak. Akan lebih afdol jika dibaca ketika sedang berpuasa sambil beredar di setiap pematang. Ini akan menjadi doa ampuh untuk memohon supaya tanamannya terbebas dari hama.

Bagi yang hendak pergi ke medan perang, kidung ini dibaca di dekat nasi dan dilanjutkan dengan memakannya 3 suap. Ini akan menjadi doa ampuh untuk memohon keselamatan dan kejayaan di medan tempur.

Pupuh 10

Sing sapa kulina anglakoni,
amutiya lawan anawaa,
patang puluh dina bae,
lan tangi wektu subuh,
lan den sabar sukuring ati,
Insha Allah tinekan,
sakarsanireku,
tumrap sanak rakyatira,
saking sawabing ngelmu pangiket mami,
duk aneng Kalijaga.

Pengucapannya

Sing sopo kulino anglakoni,
amutiyo lawan anowoho,
patang puluh dino bae,
lan tangi wektu subuh,
lan den sabar sukuring ati,
Insha Allah tinekan,
sakarsanireku,
tumrap sanak rakyatira,
saking sawabing ngelmu pangiket mami,
duk aneng Kalijogo.

Terjemah bebas:

Bagi(mu) yang suka berprihatin,
mutih-tawarlah (baca: puasa dan hanya makan nasi putih dan minum air putih),
40 hari saja,
bangunlah setiap subuh,
dan utamakan sabar dan syukur,
insha Allah terkabul,
apa saja yang kamu inginkan,
bagi kerabat dan rakyatmu,
oleh pengaruh keimananku,
(yang kudapat) ketika di Kalijaga.

Penjelasan:

Bagi yang biasa “lelakon” atau bertapa, bisa mendapat manfaat kidung ini lebih sempurna. Syaratnya adalah dengan melakukan puasa mutih atau tawar selama 40 hari. Puasa “mutih” artinya puasa dan ketika berbuka hanya makan makanan yang berwarna putih atau tak berwarna. Puasa “nawa” artinya puasa dan ketika buka hanya makan makanan yang tak berasa. Disini disyaratkan puasa mutih dan nawa selama 40 hari.

Selain itu juga disyaratkan untuk bangun setiap subuh dan menengadah dengan penuh kesadaran kepasrahan dan kesabaran berucap syukur kehadlirat Allah yang Maha Kuasa. Insha Allah, akan mendapatkan apa yang kita inginkan dan berkah yang melimpah bagi segenap kerabat dan rakyat. Karena cara ini benar-benar sesuai dengan cara sang wali mendapatkan ilmu ini ketika di Kalijaga.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

BALE DUSUN “ISTANA PETANI NUSANTARA” CIBADAK PALEDAH

Rencana Membangun Bale Dusun / Bale Kampoeng “ISTANA PETANI NUSANTARA” Secara SWADAYA Masyarakat. Kampoeng Wisata Agro Pondok Pesantren Petani Nusantara
Warga Yang Mau Donasi Untuk Pembangunan Bale Dusun Cibadak Melaui : Bpk. Mahpud Kepala Dusun Cibadak Alamat : RT. 25 RW. 08 Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kab. Pangandaran Kode Pos 46384.
RAB Rp. 45.000.000,- (Empat Puluh Lima Juta Rupiah).

BALAI DUSUN “ISTANA PETANI NUSANTARA” DUSUN CIBADAK DESA PALEDAH
Kampungku Kampung Petani, Balai Dusun Pun Tidak Ada.
Sejak Aku Lahir Tahun 1973 sampai Sekarang, DIMANA BALAI DUSUNKU ??? SELAMA INI WARGA TAK PEDULI DAN PEMERINTAH JUGA GAK PEDULI, BALAI DUSUNKU GAK ADA SAMPAI SEKARANG…!!!. Betapa Bodohnya Aku Selama Ini Sebagai Petani Kampoeng.
FUNGSI BALAI DUSUN “ISTANA PETANI NUSANTARA” Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran :
1. PUSDATIN (Pusat Data & Informasi Dusun);
2. MUGA (Musawarah Warga Dusun);
3. REGA (Rekreasi Warga Dusun Pusat Kampoeng Wisata Agro);
4. PUSDIKLAT (Pusat Pendidikan & Pelatihan Dan Taman Bacaan Sekolah Alam;
5. PETANI (Pemasaran Hasil Pertanian Dan Gallery Karya Seni);
6. KENDURI (Keluarga dusuN Dzikir Umum Ridlo Ilahi).

BALE DUSUN “ISTANA PETANI NUSANTARA”

Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaerang Kabupaten Pangandaran

 

 

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

AKTIVITAS PONPES PETANI NUSANTARA

Kampoeng Wisata Agro Pondok Pesantren Petani Nusantara Mengembangan Berbagai aktivitas Usaha Tani Agribisnis dan Pendidikan Serta Kegiatan Keagamaan. Menciptakan Petani Yang Berilmu Dan Bertaqwa.

Pondok Pesantren Petani Nusantara

Alamat : Dusun Cibadak RT.24/08 Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat 46384, WA 085227266414

Asisiasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Pangandaran

 

 

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

KAMPOENG WISATA AGRO CIBADAK

PERATURAN DESA PALEDAH

KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN CIAMIS

NOMOR : 03 TAHUN 2012

TENTANG

KAMPOENG WISATA AGRO DUSUN CIBADAK (KWA CIBADAK)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA PALEDAH

 

Menimbang : a. Bahwa guna meningkatkan Indek Pembangunan Manusia Bidang Daya Beli di Desa Paledah, dilaksanakan upaya penanggulangan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja melalui Kampoeng Wisata Agro Dusun Cibadak (KWA Cibadak);
b. Bahwa guna kepentingan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Kampoeng Wisata Agro Dusun Cibadak (KWA Cibadak) dengan Peraturan Desa;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan;
3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman;
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
6. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;
7. Undang-Undang Nomor 18 tentang Perkebunan;
8. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan;
9. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan;
10. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara
11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa;
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;
14. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 6 Tahun 2006 tentang Badan Permusyawaratan Desa;
15. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 12 Tahun 2006 tentang Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Ciamis;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 11 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Desa;
17. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa;
18. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 13 Tahun 2007 tentang Bagi Hasil Pajak Daerah dan Restribusi Daerah untuk Desa di Wilayah Kabupaten Ciamis;
19. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 15 Tahun 2007 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Desa dan Perangkat Desa;
20. Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 16 Tahu 2007 tentang Sumber Pendapatan Desa;
Dengan Persetujuan Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

DAN

KEPALA DESA PALEDAH

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA : Keputusan Kepala Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Ciamis Nomor : 03 Tanggal 30 Januari 2012 tentang Kampoeng Wisata Agro Dusun Cibadak (KWA Cibadak);
KEDUA : Dusun Cibadak Desa Paledah sebagai Lokasi Kampoeng Wisata Agro (KWA);
KETIGA : Membentuk Tim Pelaksana Kegiatan Kampoeng Wisata Agro Cibadak (KWA Cibadak) sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan Kepala Desa Paledah;
KEEMPAT : Peraturan Desa Paledah ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diadakan perbaikan apabila diperlukan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Desa ini dengan menempatkannya dalam Berita Desa.

Ditetapkan di Paledah

Pada tanggal : 30 Januari 2012

KEPALA DESA PALEDAH

 

 

S A N O

Diumumkan Dalam Berita Desa

Pada tanggal 30 Januari 2012

SEKRETARIS DESA PALEDAH

 

 

NENGSIH ROSTIKA

 

LEMBARAN BERITA DESA PALEDAH

TAHUN 2012 NOMOR 03

LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA DESA PALEDAH

NOMOR : 03 TAHUN 2012

TANGGAL 30 JANUARI 2012

SUSUNAN TIM PELAKSANA KEGIATAN KAMPOENG WISATA AGRO CIBADAK (TIM KWA CIBADAK)

DESA PALEDAH KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN CIAMIS

  1. Pengara : 1. Kepala Desa Paledah
  2. Seketaris Desa Paledah
  3. Penanggungjawab : Kepala Dusun Cibadak
  • Ketua : Joko Susilo
  1. Sekretaris : Mahfud
  2. Bendahara : Muhalim
  3. Manajer : Warino
  • Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Multi Aktivitas Agribisnis KWA Cibadak :
  1. KUM Peternakan Sapi : Mahfud
  2. KUM Peternakan Domba/Kambing : Muhalim
  3. KUM Peternakan Unggas Entog : Rinawati
  4. KUM Peternakan Unggas Itik : Umiati
  5. KUM  Kakao Rakyat : Suharma
  6. KUM Perkebunan Pepaya Al-Qoryah : Titor
  7. KUM Hortikultura Buah Surga/Tiin : Wagino
  8. KUM Palawija : Rohadi
  9. KUM Perkebunan Kelapa : Musliman
  10. KUM Koro Pedang : Ali Imron
  11. KUM Kuliner & Kerajinan Tangan : Hikmatul Waiyah
  12. KUM Home Industri Cokelat “Chocociamic”: Nurfaozah
  13. KUM Home Industri Kecap Tradisional : Hj. Aminah
  14. KUM Home Industri Makanan Olahan : Sukinem
  15. KUM Home Industri Pupuk Organik : Suhadi
  16. KUM Penggilingan Padi : Nurhasim
  17. KUM Padi Organik : Joko Susilo
  18. KUM Citanduy River Park : Waris
  19. KUM Bengkel Motor & Sepeda : Iman Sakiran
  20. KUM Rumah Makan : Endang
  21. KUM Mini Market : Inganatul Hasanah
  22. KUM Unit Pemasarah Hasil Pertanian : Warni
  23. KUM Kios Saprotan Organik : Usep
  24. KUM Rental Sepeda Onthel : Maidah
  25. KUM Sanggar Seni Tradisional : Dasim
  26. KUM Parkir Kendaraan : Yamino

 

 

KEPALA DESA PALEDAH

 

S A N O

 

LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA DESA PALEDAH

NOMOR : 03 TAHUN 2012

TANGGAL 30 JANUARI 2012

URAIAN TUGAS TIM KAMPOENG WISATA AGRO DUSUN CIBADAK

(KWA CIBADAK)

DESA PALEDAH KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN CIAMIS

  1. Pengarah :
    1. Memberikan arahan kebijakan pelaksanaan kegiatan Kampoeng Wisata Agro Dusun Cibadak (KWA Cibadak) Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Ciamis.
    2. Memberikan koreksi dan masukan kepada Tim KWA Cibadak atas pelaksanaan kegiatan di KWA Cibadak.
  2. Penanggung Jawab :
    1. Bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan kegiatan KWA Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Ciamis.
    2. Menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan KWA Cibadak kepada Kepala Desa Paledah.
  • Ketua :
    1. Mengkoordinasikan perumusan kebijakan umum KWA Cibadak dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Tim KWA Cibadak Desa Paledah.
    2. Mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja Tim KWA Cibadak Desa Paledah.
    3. Menyusun laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan KWA Cibadak kepada Kepala Desa Paledah.
  1. Sekretaris :
    1. Menyiapkan bahan rumusan kebijakan umum KWA Cibadak.
    2. Menyiapkan bahan penyusunan rencana kerja KWA Cibadak.
    3. Melaksanakan pelayanan administrasi untuk kelancaran kegiatan Tim KWA Cibadak.
    4. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh ketua.
  2. Bendahara :
    1. Mengkoordinasikan perumusan penggalian dana dalam rangka kelancaran kegiatan KWA Cibadak.
    2. Melaksanakan pelayanan administrasi keuangan KWA Cibadak,
    3. Membantu ketua dalam penyusunan laporan keuangan KWA Cibadak.
    4. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh ketua.
  3. Manajer :
    1. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Multi Aktivitas Agribisnis di KWA Cibadak.
    2. Menyusun dan mengkoordinasikan pengusulan calon anggota Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak.
    3. Menyusun Petunjuk Teknis, lokasi dan peserta kegiatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak.
    4. Mengkoordinasikan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan kegiatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak di lapangan.
    5. Menyampaikan laporan dan permasalahan pelaksanaan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak di lapangan kepada Ketua Tim KWA Cibadak.
  • Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Multi Aktivitas Agribisnis KWA Cibadak :
    1. Menyampaikan data dan informasi, memberikan masukan saran dan pertimbangan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dalam penyusunan rencana kerja Tim KWA Cibadak
    2. Menyampaikan laporan dan permasalahan pelaksanaan kegiatan dilapangan kepada Manajer KWA Cibadak.
    3. Menyiapkan bahan dan data untuk rencana kerja Manajer KWA Cibadak.
    4. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Manajer KWA Cibadak.
    5. Menyiapkan bahan laporan pelaksanaan tugas dan kegiatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Multi Aktivitas Agribisnis KWA Cibadak sesuai bidangnya masing-masing.

 

KEPALA DESA PALEDAH

 

S A N O

LAMPIRAN III KEPUTUSAN KEPALA DESA PALEDAH

NOMOR : 03 TAHUN 2012

TANGGAL 30 JANUARI 2012

PEDOMAN UMUM PENYELENGARAAN KWA CIBADAK

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Pedoman Umum ini yang dimaksud dengan :

  1. Desa adalah Desa Paledah
  2. Kepala Desa adalah Kepala Desa Paledah
  3. Kampoeng Wisata Agro Dusun Cibadak KWA Cibadak adalah Kawasan Strategis Pariwisata Pertanian Desa Paledah berlokasi di Dusun Cibadak yang dijadikan sebagai daerah tujuan pariwisata dan sebagai pusat kegiatan bersama dalam mengembangkan seluruh Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Multi Aktivitas Agribisnis yang memiliki daya tarik wisata.
  4. Multi Aktivitas Agribisnis adalah suatu kegiatan usaha tani rumpun pertanian dengan berbagai kegiatan yang terkait, dalam rangka meningkatkan pendapatan petani melalui penambahan aktivitas usaha tani berbasis potensi local.
  5. Rumpun Pertanian adalah sector pembangunan yang berhubungan dengan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan.
  6. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
  7. Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.
  8. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh Masyarakat, Pengusaha, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah.
  9. Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Pengusaha.
  10. Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
  11. Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrative yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.
  12. Usaha Pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata.
  13. Pengusaha Pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
  14. Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.
  15. Kawasan Strategis Pariwisata adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.
  16. Tim Pelaksana Kegiatan Kampoeng Wisata Agro Dusun Cibadak Desa Paledah selanjutnya disebut Tim KWA Cibadak yang beranggotakan Kelompok Usaha Mandiri (KUM)multi aktivitas agribisnis Desa Paledah Kecamatan Padaherang.
  17. Tenaga Pendamping KWA Cibadak selanjutnya disebut Pendamping adalah tenaga Sarjana, yang utamanya berasal dari Desa Paledah yang telah lulus seleksi Tim KWA Cibadak.
  18. Tenaga Penyuluh/Pemandu Lapang KWA Cibadak selanjutnya disebut Penyuluh KWA Cibadak adalah petugas fungsional Penyuluh Pertanian Lapangan, yang wilayah kerjanya di Desa Paledah dengan mendapat surat tugas dari Kepala BP3K Kecamatan Padaherang atas usulan Tim KWA Cibadak.
  19. Kelompok Usaha Mandiri (KUM)multi aktivitas agribisnis KWA Cibadak selanjutnya disebut KUM KWA Cibadak adalah kelompok pelaku usaha agribisnis yang memiliki kegiatan usaha agribisnis dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan usaha, dan kesamaan komoditas yang diusahakan untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota.
  20. Anggota KWA Cibadak adalah warga masyarakat desa paledah yang telah remi menjadi anggota Kelompok Usaha Mandiri (KUM)KWA Cibadak.
  21. Bantuan Modal Usaha KWA Cibadak selanjutnya disebut Bantuan adalah Bantuan KWA Cibadak yang bersumber dari kas KWA Cibadak dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat untuk penguatan modal usaha tani anggota KWA Cibadak yang disalurkan melalui Kelompok Usaha Mandiri (KUM)KWA Cibadak.

BAB II

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 2

  • Pelaksanaan KWA Cibadak dimaksud untuk mendorong terjadinya keragaman aktivitas usaha tani yang memiliki daya tarik wisata di dusun cibadak desa paledah guna meningkatkan pendapatan petani dalam wilayah terintegrasi, saling menguatkan antar sector, meningkatkan produktivitas, posisi tawar dan efesiensi usaha tani, serta memudahkan pembinaan, monitoring dan evaluasi aktivitas usahatani agribisnis.
  • Pelaksanaan KWA Cibadak bertujuan untuk :
    1. Meningkatkan pendapatan masyarakat tani/petani Desa Paledah;
    2. Memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat Desa Paledah;
    3. Meningkatkan kemampuan manajerial dan kewirausahaan para pelaku agribisnis dan pelaku usaha pariwisata
    4. Meningkatkan kemampuan aparatur pemerintah desa paledah dalam manajemen pembangunan pertanian dan pariwisata.
    5. Memberdayakan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) dan kelembagaan ekonomi perdesaan.

BAB III

PENYELENGGARAAN KWA CIBADAK

Bagian Kesatu

Umum

Pasal 3

  • Kegiatan Usaha KWA Cibadak terdiri atas :
    1. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Peternakan Sapi
    2. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Peternakan Domba/Kambing
    3. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Peternakan Unggas Entog
    4. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Peternakan Unggas Itik
    5. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Perkebunan Kakao Rakyat
    6. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Hortikultura Pepaya Al-Qoryah
    7. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Hortikultura Buah Surga/Tiin&Kelengkeng
    8. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Palawija
    9. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Perkebunan Kelapa Rakyat
    10. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Koro Pedang
    11. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Kuliner & Kerajinan Tangan
    12. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Home Industri Cokelat “Chocociamic”
    13. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Home Industri Kecap Tradisional
    14. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Home Industri Makanan Olahan
    15. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Home Industri Pupuk Organik
    16. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Penggilingan Padi
    17. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Padi Organik
    18. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Citanduy River Park
    19. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Bengkel Motor & Sepeda
    20. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Rumah Makan
    21. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Mini Market
    22. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Unit Pemasarah Hasil Pertanian
    23. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Kios Saprotan Organik
    24. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Rental Sepeda Onthel
    25. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Sanggar Seni Tradisional
    26. Kelompok Usaha Mandiri (KUM) Parkir Kendaraan
  • Kegiatan KWA Cibadak, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Kelompok Usaha Mandiri (KUM)  KWA Cibadak.

Bagian Kedua

Sasaran Lokasi KUM KWA Cibadak

Pasal 4

  • Sasaran lokasi KUM KWA Cibadak ditentukan dengan berdasarkan pada :
    1. Satu wilayah RW yang dikelola dalam satu kesatuan manajemen usaha tani;
    2. Lokasi yang mempunyai potensi pengembangan usaha tani dan mempunyai potensi wisata agro;
    3. Areal yang memiliki aksesibilitas relative baik.
  • Kriteria teknis penentuan lokasi KUM KWA Cibadak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh masing-masing Kelompok Usaha Mandiri (KUM)  KWA Cibadak;
  • Sasaran lokasi KUM KWA Cibadak diusulkan oleh Kelompok Usaha Mandiri (KUM) berdasarkan kajian Tim KWA Cibadak.

Bagian Ketiga

Peserta Kegiatan KUM KWA Cibadak

Pasal 5

  • Peserta KUM KWA Cibadak yaitu petani anggota KUM KWA Cibadak
  • Kriteria Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut :
    1. Berdomisili dalam satu wilayah Dusun;
    2. Memiliki Sumber Daya Manusia yang mampu mengelola usaha tani;
    3. Bersifat definitive dan mempunyai struktur organisasi, mempunyai kepengurusan yang jelas dan lengkap serta telah ditetapkan oleh Kepala Desa;
    4. Setiap anggota Pokja harus memiliki usaha tani pokok dan mempunyai potensi untuk mengembangkan usaha tani lainnya;
  • Kriteria teknis anggota Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak diatur lebihlanjut dalam Petunjuk Teknis yang ditetapkan oleh manajer KWA Cibadak dan ketetapan masing-masing KUM.

Bagian Keempat

Pengusulan Penetapan Lokasi dan Anggota KUM KWA Cibadak

Pasal 6

  • Ketua KUM mengusulkan calon Lokasi dan Calon Anggota KUM KWA Cibadak Kepada Tim KWA melalui Manajer KWA;
  • Calon Lokasi dan Calon Peserta Anggota KUM KWA Cibadak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dikaji terlebih dahulu oleh manajer KWA sesuai dengan kriteria sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 ayat (2).
  • Tim KWA melakukan Verifikasi kelayakan Calon Lokasi dan Calon Peserta yang diusulkan Manajer KWA untuk kemudian hasilnya disampaikan kepada Kepala Desa;
  • Kepala Desa menetapkan lokasi dan peserta KUM KWA Cibadak yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 5 ayat (2).

BAB IV

MEKANISME PENYUSUNAN PERENCANAAN

Pasal 7

  • Masing-masing Kelompok Usaha Mandiri (KUM) yang telah ditetapkan sebagai peserta KUM KWA Cibadak, menyusun Rencana Usaha Kelompok (RUK), Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disahkan oleh Manajer KWA Cibadak;
  • RUK, RDK, RDKK yang disusun oleh KUM KWA Cibadak diniali oleh Tim KWA.
  • KUM KWA Cibadak sebgaimana dimaksud pada ayat (1), menyusun RUK, RDK, RDKK dalam bentuk Proposal.
  • Proposal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditandatangani oleh ketua KUM dan disetujui oleh Manajer KWA.
  • Manajer mengusulkan proposal sebagaimana dimaksud pada ayat (4) kepada Tim KWA Cibadak untuk diverifikasi dan diuji kelayakannya baik dari aspek teknis maupun ekonomi;
  • Proposal yang telah memenuhi persyaratan disahkan oleh ketua Tim KWA Cibadak dan diusulkan ke Kepala Desa untuk memperoleh Persetujuan.

BAB V

PEMBIYAYAAN

Pasal 8

Pembiayaan KWA Cibadak berasal dari :

  • Bantuan Pemerintah (baik Pusat, Provinsi, kabupaten maupun Desa)
  • Kredit/Pembiyayaan Lembaga Keuangan
  • Swadaya Anggota
  • Kas KWA Cibadak
  • Sumber lainnya yang sah dan tidak mengikat.

BAB VI

PENGUSULAN BANTUAN

Pasal 9

Pengusulan bantuan untuk penguatan modal usaha tani peserta KWA Cibadak dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Proposal dilengkapi dengan dokumen administrasi pendukung yang diperlukan, diajukan oleh Ketua KUM kepada Tim KWA melalui Manajer KWA;
  • Manajer KWA memverifikasi proposal yang diajukan oleh Ketua KUM;
  • Proposal dan dokumen administrasi pendukung lainnya yang sudah memenuhi syarat, ditetapkan dan disahkan oleh Ketua Tim KWA Cibadak untuk mendapatkan bantuan penguatan modal usaha tani.

BAB VII

PENCAIRAN DAN PENYALURAN BANTUAN

Bagian Kesatu

Pencairan Bantuan

Pasal 10

Pencairan Bantuan KWA Cibadak sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat (4), diajukan kepada Tim KWA melalui Manajer KWA, dengan melampirkan :

  • Proposal yang telah diverifikasi oleh Manajer KWA dan dokumen administrasi pendukung;
  • Rencana Operasional Kegatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM);
  • Nomor Rekening KUM;
  • Kuitansi rangkap 3 (tiga) bermaterai cukup, dibubuhi cap dan ditandatangani Ketua KUM

Bagian Kedua

Penyaluran Bantuan

Pasal 10

Penyaluran bantuan KWA sebagaimana dimaksud pada Pasal 8 ayat (4), diatur sebagai berikut :

  • Penyaluran bantuan KWA Cibadak hanya kepada KUM pada wilayah Desa Paledah;
  • Penyaluran bantuan KWA Cibadak kepada anggota KUM KWA Cibadak dilakukan melalui rekening KUM;
  • Penyaluran bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan kepada KUM yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi yang dilaksanakan oleh Manajer KWA Cibadak.
  • Ketua KUM menyampaikan usulan penyaluran dana kepada Ketua Tim KWA dengan terlebih dahulu diketahui Manajer KWA.
  • Penyaluran bantuan dilaksanakan oleh KUM yang disetujui oleh Manajer KWA;
  • Bantuan disalurkan secara bertahap kepada anggota KUM sesuai kebutuhan/jadwal/Rancangan Usaha Kelompok.

BAB VIII

PEMNFAATAN DAN PENGEMBALIAN BANTUAN

Bagian Kesatu

Pemanfaatan Bantuan

Pasal 11

Pemanfaatan bantuan penguatan modal usaha tani peserta KWA Cibadak dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Untuk membiyayai multi aktivitas usaha tani sesuai dengan proposal yang telah disetujui Tim KWA Cibadak;
  • Bantuan dimanfaatkan dengan besaran sesuai Rancangan Usaha Kelompok yang disetujui.

Bagian Kedua

Pengembalian dan Perguliran Bantuan

Pasal 12

Pengembalian Bantuan penguatan modal usaha tani peserta KWA Cibadak dilaksanakan sebagai berikut :

  • Anggota KWA Cibadak mengembalikan bantun kepada KUM yang bersangkutan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan;
  • Besaran pengembalian bantuan, baik pokok maupun bagi hasil disesuaikan dengan kelayakan dan karakteristik usaha yang dijalankan oleh anggota;

Pasal 13

Perguliran Bantuan penguatan modal usaha tani KWA Cibadak harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  • Dana pengembalian bantuan dari anggota KUM harus diserahkan ke Tim KWA Cibadak;
  • Tim KWA Cibadah harus menyalurkan kembali kepada anggota KUM KWA Cibadak;
  • Aturan perguliran lebih lanjut ditetapkan oleh Manajer KWA, atau ketentuan peraturan yang ditetapkan Tim KWA Cibadak.

BAB IX

ORGANISASI PENYELENGGARAAN KWA CIBADAK

Bagian Kesatu

Pasal 14

Tim KWA Cibadak

  • Untuk meningkatkan koordinasi antar stake holder KWA dan KUM serta lembaga teknis maka dibentuk Tim KWA Cibadak;
  • Tim KWA Cibadak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), terdiri atas Pengarah, Penanggungjawab, Ketua, Sekretaris, Bendahara, Manajer dan Kelompok Usaha Mandiri (KUM).
  • Tim KWA Cibadak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan KWA Cibadak mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring, evaluasi dan pelaporan.
  • Susunan organisasi, tugas dan fungsi Tim KWA Cibadak ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  • Kelompok Usaha Mandiri (KUM) secara masing-masing dapat membentuk Tim Teknis atau seksi-seksi sesuai kebutuhan, yang ditetapkan oleh ketua KUM yang bersangkutan.

Bagian Kedua

Penyuluh dan Pemandu Lapang

Pasal 15

  • Penyuluh dan/atau Pemandu Lapang di lokasi KUM KWA Cibadak, berasal dari BP3K Kecamatan Padaherang yang diusulkan oleh Tim KWA Cibadak yang ditetapkan oleh Kepala BP3K.
  • Penyuluh dan/atau Pemandu Lapang sebagaimana dimaksud ayat (1) mempunyai tugas dan fungsi :
    1. Melakukan indentifikasi potensi ekonomi Dusun yang berbasis usaha pertanian baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan maupun kehutanan;
    2. Memberikan bimbingan teknis usaha tani termasuk pemasaran hasil usaha;
    3. Membantu memecahkan permasalahan usaha tani serta mendampingi KUM selama proses penumbuhan kelembagaan;
    4. Melaksanakan pelatihan usaha tani dan usaha ekonomi produktif sesuai potensi setempat;
    5. Membantu memfasilitasi kemudahan akses terhadap sarana produksi, teknologi dan pasar;
    6. Memberikan bimbingan teknis dalam pemanfaatan dana KWA Cibadak;
    7. Membantu KUM dalam membuat laporan perkembangan kegiatan KUM KWA Cibadak.

Bagian Ketiga

Pendamping

Pasal 16

  • Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap Kelompok Usaha Mandiri (KUM) oleh Pendamping yang berkompeten di bidang agribisnis/pariwisata/pembangunan perdesaan;
  • Pendampingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan agar Kelompok Usaha Mandiri (KUM) mampu menyusun rancangan dan melaksanakan kegiatan multi aktivitas agribisnis secara terpadu dan terintegrasi, baik ke hulu maupun ke hilir, serta mampu menyusun rancangan kebutuhan pembiyayaan usaha/proposal pembiyayaan yang bankable;
  • Pendamping sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas dan fungsi :
    1. Melakukan supervise dan advokasi kepada Kelompok Usaha Mandiri (KUM);
    2. Melaksanakan pertemuan regular dengan Penyuluh/Pemandu Lapang dan Kelompok Usaha Mandiri (KUM);
    3. Melakukan verifikasi awal terhadap proposal dan dokumen administrasi lainnya;
    4. Melaksanakan pengawalan pemanfaatan dana KWA Cibadak yang dikelola Kelompok Usaha Mandiri (KUM);
    5. Membuat laporan tentang perkembangan pelaksanaan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak.
  • Pendamping Kelompok Usaha Mandiri (KUM) ditetapkan oleh Tim KWA Cibadak;
  • Mekanisme rekruitmen Tenaga Pendamping, ditetapkan oleh Tim KWA Cibadak

BAB X

EVALUASI DAN LAPORAN

Pasal 17

  • Evaluasi perkembangan KWA Cibadak dilaporkan kepada Kepala Desa melalui Tim KWA Cibadak secara periodik atau sewaktu-waktu apabila dipandang perlu.
  • Ketua Kelompok Usaha Mandiri (KUM) melakukan evaluasi dan melaporkan perkembangan kegiatan kepada Manajer KWA Cibadak secara periodic atau sewaktu-waktu apabila dipandang perlu.
  • Manajer KWA Cibadak melakukan evaluasi dan melaporkan perkembangan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) kepada Ketua Tim KWA Cibadak secara periodic atau sewaktu-waktu apabila dipandang perlu.
  • Pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2) dan (3) meliputi :
    1. Realisasi pelaksanaan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak.
    2. Realisasi penggunaan bantuan KWA Cibadak.
    3. Capaian kinerja pelaksanaan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak meliputi peningkatan produksi, pendapatan dan lapangan kerja;
    4. Permasalahan yang dihadapi dan upaya pemecahannya;
    5. Rencana tindak lanjut (RTL)
  • Bentuk, mekanisme dan format pelaporan dilakukan sesuai dengan Pedoman Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak yang diterbitkan oleh Tim KWA Cibadak;

BAB XI

PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

Bagian Kesatu

Pembinaan

Pasal 18

  • Dalam rangka menjaga kesinambungan dan keberhasilan pelaksanaan KWA Cibadak, Tim KWA bekerjasama dengan Manajer, Penyuluh, Pendamping dan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan supervise.
  • Pembinaan teknis usaha tani agribisnis dilakukan oleh manajer, penyuluh dan pendamping meliputi :
    1. Pembinaan teknis usaha tani tanaman pangan (Padi, Palawija, Koro Pedang), hortikultura (Pepaya, Buah Surga/Tiin dan Kelengkeng), biofarmaka (Kapol, Jahe, Kunyit dan Laja);
    2. Pembinaan teknis usaha tani tanaman perkebunan rakyat (Kakao dan Kelapa);
    3. Pembinaan teknis usaha tani perikanan (Ikan Gurame, Lele, Emas, Nila/Jaer dan Sidat/Belut);
    4. Pembinaan teknis usaha tani peternakan (Sapi, Kambing, Kelinci, Itik dan Entog);
    5. Pembinaan teknis pasca panen pengolahan dan pemasaran hasil;
    6. Pembinaan teknis kelembagaan Kelompok Usaha Mandiri (KUM), Lembaga Keuangan dan Koperasi.

Bagian Kedua

Pengawasan dan Pengendalian

Paeagraf 1

Umum

Pasal 19

Untuk menjamin pelaksanaan KWA Cibadak dapat berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ditetapkan, Tim KWA Cibadak melakukan fungsi pengawasan dan pengendalian.

Paragraph 2

Pengawasan

Pasal 20

Pengawasan sebagaimana dimaksud pada pasal 19 dilakukan terhadap pelaksanaan kegiatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak dan penyaluran dana bantuan KWA Cibadak.

Paragraph 3

Pengendalian

Pasal 21

  • Pengendalian terhadap kegiatan KWA Cibadak dilaksanakan mulai dari tahapan persiapan lokasi, penyiapan dokumen Kelompok Usaha Mandiri (KUM), pelaksanaan dan pasca pelaksanaan.
  • Untuk mengendalikan pelaksanaan KWA Cibadak, Ketua TIM KWA membuat secretariat untuk mengembangkan dan mengelola database Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak.
  • Tim KWA Cibadak melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak melalui pertemuan regular dan kunjungan lapangan ke lokasi kegiatan Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak untuk menjamin pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kebijakan umum dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

BAB XII

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 22

Penentuan lokasi Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak ditetapkan berdasarkan hasil identifikasi Manajer dan Tim KWA Cibadak.

BAB XIII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 23

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Pedoman Umum ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaan, ditetapkan oleh Manajer KWA Cibadak dan dijabarkan oleh Ketua Kelompok Usaha Mandiri (KUM) KWA Cibadak sesuai kegiatannya masing-masing;

Pasal 24

Pedomam Umum ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Ditetapkan di Paledah

Pada tanggal 30 Januari 2012

KEPALA DESA PALEDAH

 

S A N O

 

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Batik Tulis “Batik Petani” Khas Pangandaran

MELESTARIKAN WARISAN NENEK MOYANG NUSANTARA
Segera Hadir Batik Tulis “Batik Petani” Khas Pangandaran.
Dengan Motif Batik Berbagai Komoditas Pertanian : Padi, Jagung, Kedelai, Manggis, Durian, Kelapa, Kerbau, Kambing, Entog, Kelinci, Ikan, Pemandangan Alam, dll. Pusat Batik Tulis “Batik Petani” Khas Pangandaran, Di Sanggar Seni Banyu Bening Desa Mangunjaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, Cabang Utama Di Pondok Pesantren Petani Nusantara Dusun Cibadak Desa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar